Dendam adalah bagian dari egoisme kita selaku manusia. Ketika kita merasa tersakiti oleh orang lain, ada dorongan dari ego untuk membalas kepada orang tersebut. Ketika kita tidak mampu membalasnya, ego itu jugalah yang mendorong kita untuk melampiaskannya ke orang-orang lain yang memiliki karakteristik yang mirip dengan orang yang pernah menyakiti kita.
Sepintas lalu, pelampiasan dendam itu “memuaskan” kita. Sebenarnya, tidak demikian. Pelampiasan dendam itu justru merugikan diri-sendiri karena mengotori hati nurani kita. Ketika hati kita kotor, hati kita menjadi mudah merasa sakit. Kalau kita mau hati kita lebih sehat dan lebih kuat, kita hendaknya bersandar kepada Sang Mahaadil.
Kalau memang orang-orang yang pernah menzalimi kita (dan telah lepas dari jeratan hukum manusia di dunia) itu bersalah, biarlah Dia saja yang membalas kejahatan mereka, setimpal dengan perbuatan mereka. Dan akan lebih bagus lagi bila kita memaafkan mereka dan kemudian mendoakan mereka supaya mereka bertaubat dan tidak ada lagi orang yang menjadi korban kejahatan mereka.
http://muhshodiq.wordpress.com/2009/02/26/konsultasi-pelampiasan-dendam-terhadap-lelaki/

0 komentar:
Posting Komentar